ADALAH TEMPAT MENUANGKAN IDE-IDE MAHFUD DAN SISWANYA ATAU SIAPA SAJA YANG TERTARIK MASALAH PENDIDIKAN, SAINS, LINGKUNGAN HIDUP, AGAMA, MAUPUN SOSIAL KEMASYARAKATAN DENGAN INTERAKSI BERBASIS MAYA (e-interaction) DAN TRANSAKSI BERBASIS MAYA (e-transaction).
Selasa, 09 Oktober 2012
MENCANDRA TUMBUHAN
Minggu, 26 Agustus 2012
BIOPORI, LUBANG KECIL MULTI FUNGSI
Selasa, 03 Januari 2012
MENGAPA MAYORITAS IKAN DI SUNGAI BRANTAS BERJENIS KELAMIN BETINA ?
Oleh : Mahfud
Guru Biologi SMP YPPI – 2 Surabaya
1. Rasional
Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) yang bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta I Jawa Timur pada bulan Juli – Agustus 2011, ditemukan bahwa sebagian besar ikan di sungai Brantas, termasuk anak sungainya,yaitu sungai Mas (Surabaya) dan sungai Porong (Sidoarjo) berjenis kelamin betina (Kompas, 24 Oktober 2011). Sebagai contoh, sungai Surabaya di wilayah Karangpilang, dari 44 ekor ikan yang terjaring, ternyata 37 ekor (84 %) berjenis kelamin betina, sedang di wilayah Gunungsari, dari 64 ekor ikan yang tertangkap, ternyata 42 ekor (66 %) ikan berjenis kelamin betina.Sementara itu, kota-kota lain di Jawa Timur yang dilalui sungai Brantas seperti Kediri, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Gresik dan Sidoarjo, dari 410 ekor ikan yang diperoleh , ternyata 337 ekor (82 %) berjenis kelamin betina. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, mengapa mayoritas ikan di sungai Brantas berjenis kelamin betina ? Pertanyaan berikutnya adalah pelajaran apakah yang dapat di petik dari kejadian di atas ?
2. Zat Estrogenik
Menurut Profesor Win Darmanto,M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Surabaya pada jenis vertebrata ( hewan bertulang belakang ), termasuk ikan pada awal embrio secara alami berkembang ke jenis kelamin betina. Individu tersebut akan berubah menjadi jantan jika ada hormon testosteron. Namun dalam perkembangannya bila lingkungannya banyak mengandung zat estrogenik ( zat yang kandungannya mirip hormon kelamin betina), individu ini akan berjenis kelamin betina walaupun kromosomnya jantan. Peristiwa seperti inilah yang disebut Perubahan Jenis Kelamin Suatu Individu ( Sex Reversal ). Zat estrogenik ini bisa alami maupun buatan, yang alami misalnya limbah pertanian, berupa sisa-sisa tanaman, kotoran hewan / manusia dan urin hewan / manusia. Sedang estrogenik buatan, misalnya limbah sisa pupuk ,limbah rumah tangga berupa sabun dan detergen.
3. Indikator Pencemaran
Munculnya fenomena perubahan jenis kelamin (sex reversal) pada ikan ini merupakan salah satu adanya indikator pencemaran sungai Brantas beserta anak sungainya.Sebagai bukti, beberapa jenis ikan di bawah ini pada tahun 2009 masih ada, namun saat penelitian ini dilakukan (2011) sudah tidak ditemukan lagi, misalnya ikan Arengan (Murcillus zhysosphakadion), ikan Bloso atau Betutu (Oxyeleotris marmorata), ikan Palung alias Hampala (Hampala macrolepidota), dan ikan Jambal (Pangasius suchi). Selain itu, hasil penelitian tim dari Universitas Brawijaya Malang yang dilakukan pada tahun 1997 mendapatkan jenis ikan sebanyak 50 spesies sedang hasil penelitian dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan basah (Ecoton) saat ini (2011) menghasilkan jenis ikan hanya 30 spesies, berarti selama kurun waktu 14 tahun, keanekaragaman jenis ikan di sungai Brantas telah berkurang sebanyak 20 spesies (40 %).
4. Teknik Jantan Mandul
Lalu timbul pertanyaan, apa hubungan antara keseimbangan jenis kelamin dengan kelestarian suatu makhluk hidup ? Dalam bidang Pertanian , kita kenal istilah sistem pemberantasan hama secara Teknik Jantan Mandul (steril), yaitu dengan cara mengambil beberapa contoh hama jantan lalu diradiasi di laboratorium hasilnya hama jantan tersebut memang masih hidup, namun setelah dikembalikan ke habitat aslinya dan kawin dengan hama betina maka hama tersebut tidak mempunyai keturunan.Bila hal ini berlangsung dari generasi ke generasi maka akhirnya akan punah.Sebagai gambaran adalah penelitian yang dilakukan oleh Siti Nurhayati dari Batan ( Badan Tenaga Atom Nasional) di Bandung. Menggunakan sample hama sebanyak 1.000.000 ekor kemudian beberapa hama jantan di radiasi, pada F – 1 ( generasi I ) tinggal 26.316 ekor, pada F – 2 (generasi II) tinggal 1.907 ekor, pada F – 3 (generasi III) tinggal 10 ekor dan pada F – 4 (generasi IV) akhirnya nol / habis (www.batan.go.id, 30 Oktober 2011).Bila Teknik Jantan Mandul ini pada F-4 (generasi IV) mengalami kepunahan (habis), maka tidak menutup kemungkinan ikan-ikan yang di sungai Brantas juga akan mengalami nasib serupa. Bagaimana menurut anda ?
Kamis, 17 November 2011
SOAL - SOAL SISTEM KOORDINASI
Oleh : Mahfud
Guru SMP YPPI – 2 Surabaya
I.SISTEM SARAF
1. Tuliskan 3 fungsi saraf manusia yang berhubungan dengan sistem koordinasi !
2. Jelaskan 3 bagian sel saraf beserta fungsinya masing – masing !
3. Gambarkan sel saraf manusia beserta bagian – bagiannya masing – masing !
4. Tuliskan macam sel saraf manusia beserta fungsinya masing – masing !
5. Apa yang dimaksud dengan sinapsis dan apa pula nama zat kimia yang
membantu terjadinya Sinapsis ?
6. Jelaskan fungsi Asetilkolin dan Kolinesterase dalam proses sinapsis !
7. Sebutkan fungsi Otak Besar (Serebrum) sebagai saraf pusat manusia !
8. Sebutkan pula fungsi Otak Kecil (Serebellum) bagi sistem koordinasi manusia !
9. Jelaskan macam – macam fungsi dari Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata) !
10. Jelaskan pula fungsi Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis) !
11. Sebutkan fungsi dari Saraf Tepi dari Sistem Koordinasi manusia !
12. Jelaskan fungsi saraf somatis pada Sistem Koordinasi manusia !
13. Tuliskan 3 perbedaan antara sistem saraf simpatik dengan saraf
parasimpatik !
14. Tuliskan urutan jalannya impuls pada gerak biasa !
15. Tuliskan pula urutan jalannya impuls pada gerak refleks !
@@@ GOOD LUCK @@@
II. SISTEM INDERA
1. Tuliskan arti indera manusia beserta dengan fungsinya !
2. Sebukan 5 macam indera manusia dan masing –masing peka terhadap apa ?
3. Tuliskan 3 lapisan bola mata manusia dan sebutkan masing – masing bagian
depannya dinamakan apa ?
4. Tuliskan 2 reseptor (penerima stimulus) mata dan sebutkan masing – masing
fungsinya !
5. Tuliskan pula 2 cairan humor pada mata dan sebutkan masing – masing
letaknya !
6. Tuliskan urutan jalannya impuls pada proses melihat suatu benda !
7. Sebutkan 3 perbedaan antara mata manusia dengan kamera !
8. Jelaskan 5 macam kelainan mata dan bagaimana cara mengatasinya ?
9. Sebutkan 3 bagian dari telinga luar manusia !
10. Apa nama – nama tulang pendengaran manusia !
11. Apa nama bagian telinga yang merupakan penghubung antara telinga tengah
dengan rongga mulut ?
12. Tuliskan urutan jalannya impuls pada proses mendengar suatu suara !
13. Dalam bentuk apakah suatu zat agar mudah untuk dibau ?
14. Sebutkan bagian – bagian dari sel pencium hidung !
15. Tuliskan 5 fungsi lidah manusia !
16. Jelaskan letak kuncup pengecap lidah disertai dengan gambarnya !
17. Sebutkan nama lapisan kulit yang berfungsi sebagai tempat pembentukan
pigmen (warna kulit) !
18. Apa fungsi dari lapisan kulit Stratum Germinativum ?
19. Sebutkan nama indera kulit yang berfungsi untuk tekanan !
20. Apa fungsi indera kulit Badan Krause ?
@@@ GOOD LUCK @@@
Rabu, 14 September 2011
EKOWISATA WONOREJO SURABAYA
Oleh : Mahfud
Guru Biologi YPPI Surabaya
1. Rasional
Bagi anda yang berasal dari luar kota Surabaya, biasanya tempat wisata yang dituju adalah jembatan Suramadu, Kebun Binatang Surabaya (KBS), Monumen Kapal Selam (Monkasel), Planetarium, Museum Tugu Pahlawan, Pantai Ria Kenjeran dan masih banyak yang lain. Namun bila ke pusat-pusat perbelanjaan, ada Galaxi Mall, Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Centre (PTC), Plaza Surabaya, Royal Plaza, City of Tomorrow (CITO) dan sebagainya. Sementara itu, ada satu tempat wisata yang barangkali orang Surabaya sendiri jarang yang tahu, yaitu Ekowisata Wonorejo Surabaya.Tempat ini berada di pantai timur Surabaya. Tepatnya di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Untuk dapat kesana, rute yang dilalui mulai jembatan MERR-C atau Kampus STIKOM ke timur melalui sekolah IPH, Kantor Taxi ORENZ, Kantor Konstruksi Baja Kalimaya Steel lalu belok kanan melalui jalan makadam tepi sungai dan akhirnya sampai di Bozem Wonorejo lalu naik perahu dengan tarif Rp. 10.000,00 / orang, maka sampailah kita ke Ekowisata Wonorejo Surabaya.
2. Fauna
3. Flora
Sementara itu, jenis flora (vegetasi) yang ada di ekowisata Wonorejo, antara lain : Bakau (Rhizophora mucronata), Kayu Api (Avicennia alba), Pidada (Sonneratia caseolaris), Buta-buta (Excoecaria agallocha), Ketapang (Terminalia catapa), Nipah (Nypa fructicans), Waru laut (Hibiscus tilliaceus), Tanjang (Bruguiera gymnorrhiza), Nyamplung (Callophylum inophylum), Bintaro (Cerbera manghas), Akasia (Acacia auriculiformis), Asam (Tamarindus indica), Lamtoro / Petai Cina (Leucaena glauca), Gelagah (Saccharum spontaneum), dan Beringin (Ficus benyamina).
4. Penutup
Berdasarkan hasil pendataan awal di kawasan ekowisata Wonorejo Surabaya ini,maka kita mengetahui bahwa tempat ini sangat kaya akan keanekaragaman hayati baik flora maupun faunanya. Namun demikian, penulis yakin masih banyak spesies penghuni ekowisata Wonorejo ini yang belum terdata. Oleh karena itu perlu adanya penelitian dan kajian lebih lanjut. Bagaimana menurut anda ?
Minggu, 19 Juni 2011
BELAJAR DARI FENOMENA ULAT BULU
Guru Biologi SMP YPPI – 2 Surabaya
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Oooh ….oooh ….oooh. Begitu kata Ebiet G. Ade dalam lagu Berita Kepada Kawan.Syair lagu Ebiet G. Ade di atas sangat relevan dengan fenomena ulat bulu saat ini. Betapa tidak ? Sebanyak 9 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yaitu Kecamatan Leces ada 9 desa, Bantaran ada 7 desa, Tegal Siwalan ada 11 desa, Wonomerto ada 11 desa , Sumberasih ada 3 desa, Dringu ada 3 desa, Banyuanyar ada 3 desa, Tongas ada 1 desa, dan Kuripan ada 1 desa dalam 2 pekan ini dikejutkan adanya “serangan” ulat bulu yang menyerang tanaman di tepi-tepi jalan, pohon terutama jenis mangga (Mangifera indica L.)di pekarangan,dinding-dinding rumah dan bahkan adapula yang di ruang kelas, seperti SDN IV Leces, Probolinggo ( Jawa Pos, 2 April 2011 ). Tidak sampai seminggu kota-kota lain juga mendapat serangan serupa seperti Pasuruan, Banyuwangi, Jombang, Tulungagung, Sidoarjo, Mojokerto, Kendal dan bahkan sampai Buleleng, Bali.Pertanyaan yang muncul kemudian adalah ada apa tiba-tiba muncul ulat bulu yang menghebohkan saat ini ? Tulisan ini akan membahas ulat bulu dari sisi ekologis dan pembelajaran karakter di sekolah.
Hikmah Ulat Bulu
Dengan munculnya ulat bulu yang mempunyai nama ilmiah Lymantria marginata ini ada beberapa hikmah yang dapat kita petik sebagai bahan kajian kita bersama, antara lain : 1. Ada yang salah selama ini dalam menangani alam. Kalau kita cermati munculnya hewan yang termasuk ordo ( bangsa ) Lepidoptera ( serangga bersayap sisik ) ini adalah terputusnya rantai makanan ( food chain ) dan jaring-jaring makanan ( food web ). Secara alami, bila ulat bulu makan daun mangga, maka ulat bulu sebagai konsumen I harus ada yang memangsa sebagai konsumen II. Sayangnya saat ini yang bertindak sebagai konsumen II yang menjadi predator ulat bulu jarang ditemukan kalau tidak mau dikatakan langka, seperti burung jalak Jawa(Acridotheres javanicus ), burung kutilang (Pignonotus aurigaster ), burung ciblek (Trinia familiaris), kuntul kerbau (Bubulcus ibis) dan masih banyak lagi. Akibat terputusnya rantai makanan ini inilah maka ulat bulu membludak dan akhirnya mengganggu aktivitas manusia itu sendiri. 2. Pembelajaran Karakter di sekolah. Dengan semakin gencarnya pemberitaan tentang ulat bulu ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran karakter di sekolah sebab dalam siklus hidupnya makhluk yang sedang naik daun dan suka makan daun mangga ini mengalami metamorfosis sempurna, dimulai dari telur beberapa hari lalu larva (ulat) antara 2 – 3 minggu, pupa (kepompong) sekitar 2 minggu dan fase terakhir imago (dewasa/ kupu-kupu) selama sekitar 1 bulan.Pada saat fase larva (ulat) inilah karakter ulat sangat rakus, makan terus tidak peduli milik siapa, merusak (destruktif), penampilannya menjijikkan dan bila tersentuh kulit terasa gatal dan panas.Akibat karakter yang demikian ini hampir semua makhluk Tuhan menjauhi dan membencinya, termasuk manusia. Namun, ulat yang berkarakter demikian suatu saat ia insyaf dan bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi (taubatan nashuha). Sebagai konsekuensinya, ia lalu berpuasa tidak makan, tidak minum, bahkan bergerakkan tidak, hanya berdo’a dan berdo’a semoga dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh Tuhan. Ternyata Tuhan mengabulkan do’a ulat yang telah bertaubat ini dan setelah 2 minggu muncullah kupu-kupu yang indah dan dapat terbang kesana kemari dan membantu penyerbukan tanaman budidaya manusia.Jika ulat dijauhi dan dibenci manusia, maka kupu-kupu justru dicari dan disenangi manusia.Dengan memberikan contoh pembelajaran karakter pada ulat bulu ini kepada siswa di sekolah, logikanya jika makhluk seperti ulat saja bisa bertaubat dan berubah menjadi kupu-kupu yang baik dan berguna, apalagi kita manusia makhluk Tuhan yang paling mulia. Bagaimana menurut anda ?
Senin, 04 April 2011
YPPI FESTIVAL AJANG KREATIVITAS SISWA
Humas YPPI Festival






