Selasa, 09 Oktober 2012

MENCANDRA TUMBUHAN


Oleh : Mahfud

Guru Biologi SMP YPPI – 2  Surabaya
1.       Rasional
Selama ini kalau kita mengagumi tumbuhan karena faktor harumnya, misalnya bunga Mawar (Rosa hibrida), bunga Melati (Jasminum sambac) atau karena harganya mahal , misalnya pohon Jati (Tectona grandis), Kayu Cendana (Santalum album ) atau karena rimbunnya untuk peneduh jalan, misalnya pohon Trembesi (Samanea saman), pohon Bintaro (Cerbera manghas) atau mungkin karena keindahannya, misalnya bonsai Azalea merah (Rhododendron indicum). Jarang sekali kita mengagumi suatu tumbuhan mulai dari akar, batang, daun, bunga, buah sampai bijinya lalu bentuknya kita gambarkan dengan benda-benda lain yang sudah umum kita kenal.Seperti dalang menggambarkan kecantikan  wayang wanita dengan cara mencandra ( basa Jawa : Nyondro ), misalnya Alise nanggal sepisan (alisnya seperti bulan sabit), irunge ngudup mlati ( hidungnya seperti kuncup bunga melati), kupinge ngudup turi ( telinganya seperti kuncup bunga turi )  dan sebagainya.
2.       Mencandra
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1991 : 169 ), yang dimaksud mencandra adalah suatu cara untuk menggambarkan suatu benda dengan benda lain yang sudah umum sampai sekecil -kecilnya.Dengan demikian pengertian mencandra tumbuhan adalah proses menggambarkan bagian-bagian tumbuhan sampai sedetail-detailnya dengan benda-benda yang sudah umum dikenal (Gembong Tjitrosoepomo, 1986 : 260). Sehubungan hal tersebut, pada hari Senin -Selasa , 3 – 4  September 2012 bertempat di Sasana Krida Jati Jejer Trawas – Mojokerto.Siswa-siswi SMP YPPI – 2 Surabaya kelas VII  mengadakan GHL (Gunung, Hutan dan Laut) yang salah satu kegiatannya, yaitu Mencandra Tumbuhan.Jenis tumbuhan yang dicandra ada 6, yaitu Jati (Tectona grandis), Pinus (Pinus merkusii), Mahoni (Swietenia mahagoni), Cengkeh (Eugenia aromaticum), Salak (Salacca zalacca), dan Buah Naga (Hylocereus undatus).Untuk lebih jelasnya masing-masing tanaman akan diuraikan sebagai berikut :
a.       Nama Tumbuhan        : Jati (Tectona grandis)
Bentuk Daun              : Elips
Tulang Daun               : Menyirip
Jenis Akar                  : Tunggang
Manfaat                      : Batang untuk bahan bangunan dan mebel, daun untuk bungkus

KLASIFIKASI          : 
1.       Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
2.       Subkingdom         : Tracheophyta (Tumbuhan Berpembuluh)
3.       Superdivisi            : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
4.       Divisi                     : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbiji Tertutup)
5.       Kelas                    : Magnoliopsida (Tumbuhan Berkeping Dua)
6.       Subkelas               : Asteridae
7.       Ordo                     : Lamiales
8.       Familia                  : Lamiaceae
9.       Genus                   : Tectona
10.   Spesies                 : Tectona grandis (Jati) 

 

Gambar 1 : Pohon Jati (Tectona grandis)

b.      Nama Tumbuhan        : Mahoni (Swietenia mahagoni)
Bentuk Daun              : Lanset
Tulang Daun               : Menyirip
Jenis Akar                  : Tunggang
Manfaat                      : Buahnya sebagai bahan pembuatan obat-obatan (farmasi)

KLASIFIKASI          :
1.       Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
2.       Subkingdom         : Tracheophyta (Tumbuhan Berpembuluh)
3.       Superdivisi            : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
4.       Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan Biji Tertutup)
5.       Kelas                    : Magnoliopsida (Tumbuhan Berkeping Dua)
6.       Subkelas               : Rosidae
7.       Ordo                     : Sapindales
8.       Familia                  : Meliaceae
9.       Genus                   : Swietenia
10.   Spesies                 : Swietenia mahagoni (Mahoni) 
 
              
Gambar 2 : Pohon Mahoni (Swietenia mahagoni)

c.       Nama Tumbuhan        : Pinus (Pinus merkusii)
Bentuk Daun               : Seperti jarum
Tulang Daun                : Seperti Sisir
Jenis Akar                   : Tunggang
Manfaat                       : Batangnya sebagai bahan bangunan, getahnya untuk bahan korek api,
                                      bunganya (Strobilusnya) untuk hiasan bunga kering.

KLASIFIKASI           :
1.       Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
2.       Subkingdom         : Tracheophyta (Tumbuhan Berpembuluh)
3.       Superdivisi            : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
4.       Divisi                     : Coniferophyta (Tumbuhan Berdaun Jarum)
5.       Kelas                    : Pinopsida (Tumbuhan Pinus)
6.       Subkelas               : Pinadae
7.       Ordo                     : Pinales
8.       Familia                  : Pinaceae
9.       Genus                   : Pinus
10.   Spesies                 : Pinus merkusii (Pinus) 

            
                        Gambar 3 : Pohon Pinus (Pinus merkusii)

d.      Nama Tumbuhan        : Cengkeh (Eugenia aromaticum)
Bentuk Daun              : Lanset (lonjong)
Tulang Daun               : Menyirip
Jenis Akar                   : Tunggang
Manfaat                      : Bunganya untuk bahan campuran rokok, penyedap rasa alami, minyak
                                     cengkeh.

KLASIFIKASI           :
1.       Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
2.       Subkingdom         : Tracheophyta (Tumbuhan Berpembuluh)
3.       Superdivisi            : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
4.       Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan Biji Tertutup)
5.       Kelas                    : Magnoliopsida (Tumbuhan Berkeping Dua)
6.       Subkelas               : Rosidae
7.       Ordo                    : Myrtales
8.       Familia                  : Myrtaceae
9.       Genus                   : Eugenia
10.   Spesies                 : Eugenia aromaticum (Cengkeh)

 
                Gambar 4 : Pohon Cengkeh (Eugenia aromaticum)

e.      Nama Tumbuhan        : Salak (Salacca zalacca)
Bentuk Daun              : Seperti Pita
Tulang Daun               : Sejajar               
Jenis Akar                  : Serabut
Manfaat                      : Buah enak dikonsumsi sebagai sumber vitamin C, daun sebagai atap
                                     kandang ternak.

KLASIFIKASI           :
1.       Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
2.       Subkingdom         : Tracheophyta (Tumbuhan Berpembuluh)
3.       Superdivisi            : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
4.       Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan Biji Tertutup)
5.       Kelas                    : Liliopsida (Tumbuhan Berkeping Satu)
6.       Subkelas               : Arecidae
7.       Ordo                     : Arecales
8.       Familia                  : Arecaceae
9.       Genus                   : Salacca
10.   Spesies                 : Salacca zalacca (Salak)


                    Gambar 5 : Tanaman Salak (Salacca zalacca)

f.        Nama Tumbuhan          : Buah Naga (Hylocereus undatus)
Bentuk Daun                : Berubah menjadi Duri
Tulang Daun                 : Duri bentuk bintang
Jenis Akar                    : Tunggang
Manfaat                       : Buah dikonsumsi untuk penurun kolesterol dan penyeimbang gula
                                     darah.

KLASIFIKASI           :
1.       Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
2.       Subkingdom         : Tracheophyta (Tumbuhan Berpembuluh)
3.       Superdivisi            : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
4.       Divisi                    : Magnoliophyta (Tumbuhan Biji Tertutup)
5.       Kelas                    : Magnoliopsida (Tumbuhan Berkeping Dua)
6.       Subkelas               : Hamamelidae
7.       Ordo                     : Caryophyllales
8.       Familia                  : Cactaceae
9.       Genus                   : Hylocereus
10.   Spesies                 : Hylocereus undatus (Buah Naga).


            Gambar 6 : Tanaman Buah Naga (Hylocereus undatus)
3.       Penutup
Berdasarkan uraian di atas, mulai sekarang bila kita menemukan suatu tumbuhan maka kita tidak saja mengagumi tumbuhan tersebut karena keharuman bunganya , mahal harganya, rimbun daunnya atau karena keindahan penampakannya saja, melainkan juga mulai mencandra bagian tumbuhan mulai dari akar, batang, bentuk daun, tulang daun, manfaatnya bahkan sampai klasifikasinya. Bagaimana menurut anda ?










Minggu, 26 Agustus 2012

BIOPORI, LUBANG KECIL MULTI FUNGSI




Oleh : Mahfud
Guru Biologi SMP YPPI – 2  Surabaya

1.Rasional
Hujan lagi, Banjir lagi , Macet lagi, begitulah judul head line Metropolis Jawa pos, 7 Februari 2012. Memang sehari sebelumnya, hari Senin sore wilayah Surabaya diguyur hujan deras selama kurang lebih satu jam yang menyebabkan sebagian wilayah Surabaya terendam banjir. Jalur Surabaya – Sidoarjo  saat itu nyaris lumpuh , kalau hari biasa jarak Surabaya – Sidoarjo  dapat ditempuh 40 – 45 menit dengan kendaraan bermotor , namun pada  sore itu bisa 2 jam lebih. Daerah yang terendam banjir antara lain, Ketintang Madya 80 cm, Gayung Kebonsari 50 cm, RSI Wonokromo 40 cm, A. Yani 15 cm, Jambangan dan kecamatan Gayungan 10 cm ( Jawa Pos, 7 Februari 2012). Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana cara  mengatasi banjir kota Surabaya yang begitu kronis tersebut ? Berbagai cara dan kiat telah dilakukan termasuk  pengerukan beberapa saluran di wilayah kota Surabaya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ibu Erna Purnawati, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) kota Surabaya. Salah satu alternatif mengurangi bencana banjir adalah dengan memperbanyak membuat biopori. Mengapa ? Sebab biopori ini walaupun tidak serta merta mengatasi banjir, namun minimal dapat mengurangi genangan air setelah hujan.
2. Biopori
Biopori atau biasa disebut LRB ( Lubang Resapan Biopori ) adalah lubang yang dibuat secara tegak lurus (vertikel) ke dalam tanah dengan diameter antara 10 - 30 cm dan kedalaman 100 cm. Biopori ini ditemukan oleh seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu Dr. Khamir R. Brata, M.Sc.Manfaat dari biopori ini cukup banyak, antara lain, mempercepat meresapkan air ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi genangan air sehabis hujan, menjaga ketersediaan air dalam tanah, dapat memproses sampah organik menjadi pupuk kompos, memperkaya fauna dalam tanah misalnya, cacing tanah (Lumbricus terrestris), semut merah (Formica ruva), kelabang / lipan (Scuitigera forceps ), keluwing / kaki seribu (Lulus sp.) dan lain-lain, membuat saluran-saluran kecil dalam tanah sehingga tanah menjadi gembur dan masih banyak yang lain. Cara membuat lubang resapan ini cukup mudah.Pertama-tama, kita cari lokasi yang tepat, yaitu tempat-tempat yang biasa tergenang bila habis hujan, seperti halaman rumah, area parkir terbuka, taman dan sebagainya. Alat yang digunakan, antara lain bor tanah atau kalau tidak ada bisa diganti linggis dan cetok untuk mengambil tanahnya.Bila lubang sudah selesai dibuat, isi dengan sampah organik, seperti daun, rumput, ranting,sisa makanan dan sebagainya.Sampah organik ini dapat dipanen menjadi pupuk kompos setelah 2 bulan dan setelah itu dapat diisi kembali. Untuk menghindari agar orang tidak terperosok ke dalam biopori ini pada bagian atas dapat ditutup dengan paralon dan kasa atau penutup saluran kamar mandi.Sebagai ilustrasi, 1 biopori ini dapat menyerap air sebanyak 321.800 cm3 atau setara dengan volume air 1 ember (Satuman, 2012 : 14).Bisa kita bayangkan kalau kita mempunyai 10 biopori saja, maka air yang dapat diserap oleh tanah sebesar 3.218.000 cm3  atau setara dengan 3.218 liter.

3. Penutup
Dengan mengetahui manfaat dan keuntungan biopori yang begitu banyak, maka sudah selayaknyalah kita memperbanyak membuat biopori ini.Jika kota Bogor saja yang luasnya118,5 km2 mempunyai biopori sebanyak 5.250 buah, maka kota Surabaya yang luasnya 3 kali lebih luas kota Bogor, yaitu 374,36 km2 sudah sepantasnyalah kita mempunyai biopori lebih banyak lagi.Oleh karena itu,mari kita budayakan membuat biopori ini dimulai dari rumah dan lingkungan kita masing-masing agar penyakit kronis kota Surabaya berupa bencana banjir dapat berkurang.Bagaimana menurut anda ?

Selasa, 03 Januari 2012

MENGAPA MAYORITAS IKAN DI SUNGAI BRANTAS BERJENIS KELAMIN BETINA ?



Oleh : Mahfud

Guru Biologi SMP YPPI – 2 Surabaya

1. Rasional

Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) yang bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta I Jawa Timur pada bulan Juli – Agustus 2011, ditemukan bahwa sebagian besar ikan di sungai Brantas, termasuk anak sungainya,yaitu sungai Mas (Surabaya) dan sungai Porong (Sidoarjo) berjenis kelamin betina (Kompas, 24 Oktober 2011). Sebagai contoh, sungai Surabaya di wilayah Karangpilang, dari 44 ekor ikan yang terjaring, ternyata 37 ekor (84 %) berjenis kelamin betina, sedang di wilayah Gunungsari, dari 64 ekor ikan yang tertangkap, ternyata 42 ekor (66 %) ikan berjenis kelamin betina.Sementara itu, kota-kota lain di Jawa Timur yang dilalui sungai Brantas seperti Kediri, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Gresik dan Sidoarjo, dari 410 ekor ikan yang diperoleh , ternyata 337 ekor (82 %) berjenis kelamin betina. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, mengapa mayoritas ikan di sungai Brantas berjenis kelamin betina ? Pertanyaan berikutnya adalah pelajaran apakah yang dapat di petik dari kejadian di atas ?

2. Zat Estrogenik

Menurut Profesor Win Darmanto,M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Surabaya pada jenis vertebrata ( hewan bertulang belakang ), termasuk ikan pada awal embrio secara alami berkembang ke jenis kelamin betina. Individu tersebut akan berubah menjadi jantan jika ada hormon testosteron. Namun dalam perkembangannya bila lingkungannya banyak mengandung zat estrogenik ( zat yang kandungannya mirip hormon kelamin betina), individu ini akan berjenis kelamin betina walaupun kromosomnya jantan. Peristiwa seperti inilah yang disebut Perubahan Jenis Kelamin Suatu Individu ( Sex Reversal ). Zat estrogenik ini bisa alami maupun buatan, yang alami misalnya limbah pertanian, berupa sisa-sisa tanaman, kotoran hewan / manusia dan urin hewan / manusia. Sedang estrogenik buatan, misalnya limbah sisa pupuk ,limbah rumah tangga berupa sabun dan detergen.

3. Indikator Pencemaran

Munculnya fenomena perubahan jenis kelamin (sex reversal) pada ikan ini merupakan salah satu adanya indikator pencemaran sungai Brantas beserta anak sungainya.Sebagai bukti, beberapa jenis ikan di bawah ini pada tahun 2009 masih ada, namun saat penelitian ini dilakukan (2011) sudah tidak ditemukan lagi, misalnya ikan Arengan (Murcillus zhysosphakadion), ikan Bloso atau Betutu (Oxyeleotris marmorata), ikan Palung alias Hampala (Hampala macrolepidota), dan ikan Jambal (Pangasius suchi). Selain itu, hasil penelitian tim dari Universitas Brawijaya Malang yang dilakukan pada tahun 1997 mendapatkan jenis ikan sebanyak 50 spesies sedang hasil penelitian dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan basah (Ecoton) saat ini (2011) menghasilkan jenis ikan hanya 30 spesies, berarti selama kurun waktu 14 tahun, keanekaragaman jenis ikan di sungai Brantas telah berkurang sebanyak 20 spesies (40 %).

4. Teknik Jantan Mandul

Lalu timbul pertanyaan, apa hubungan antara keseimbangan jenis kelamin dengan kelestarian suatu makhluk hidup ? Dalam bidang Pertanian , kita kenal istilah sistem pemberantasan hama secara Teknik Jantan Mandul (steril), yaitu dengan cara mengambil beberapa contoh hama jantan lalu diradiasi di laboratorium hasilnya hama jantan tersebut memang masih hidup, namun setelah dikembalikan ke habitat aslinya dan kawin dengan hama betina maka hama tersebut tidak mempunyai keturunan.Bila hal ini berlangsung dari generasi ke generasi maka akhirnya akan punah.Sebagai gambaran adalah penelitian yang dilakukan oleh Siti Nurhayati dari Batan ( Badan Tenaga Atom Nasional) di Bandung. Menggunakan sample hama sebanyak 1.000.000 ekor kemudian beberapa hama jantan di radiasi, pada F – 1 ( generasi I ) tinggal 26.316 ekor, pada F – 2 (generasi II) tinggal 1.907 ekor, pada F – 3 (generasi III) tinggal 10 ekor dan pada F – 4 (generasi IV) akhirnya nol / habis (www.batan.go.id, 30 Oktober 2011).Bila Teknik Jantan Mandul ini pada F-4 (generasi IV) mengalami kepunahan (habis), maka tidak menutup kemungkinan ikan-ikan yang di sungai Brantas juga akan mengalami nasib serupa. Bagaimana menurut anda ?

Kamis, 17 November 2011

SOAL - SOAL SISTEM KOORDINASI



Oleh : Mahfud

Guru SMP YPPI – 2 Surabaya

I.SISTEM SARAF

1. Tuliskan 3 fungsi saraf manusia yang berhubungan dengan sistem koordinasi !

2. Jelaskan 3 bagian sel saraf beserta fungsinya masing – masing !

3. Gambarkan sel saraf manusia beserta bagian – bagiannya masing – masing !

4. Tuliskan macam sel saraf manusia beserta fungsinya masing – masing !

5. Apa yang dimaksud dengan sinapsis dan apa pula nama zat kimia yang

membantu terjadinya Sinapsis ?

6. Jelaskan fungsi Asetilkolin dan Kolinesterase dalam proses sinapsis !

7. Sebutkan fungsi Otak Besar (Serebrum) sebagai saraf pusat manusia !

8. Sebutkan pula fungsi Otak Kecil (Serebellum) bagi sistem koordinasi manusia !

9. Jelaskan macam – macam fungsi dari Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata) !

10. Jelaskan pula fungsi Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis) !

11. Sebutkan fungsi dari Saraf Tepi dari Sistem Koordinasi manusia !

12. Jelaskan fungsi saraf somatis pada Sistem Koordinasi manusia !

13. Tuliskan 3 perbedaan antara sistem saraf simpatik dengan saraf

parasimpatik !

14. Tuliskan urutan jalannya impuls pada gerak biasa !

15. Tuliskan pula urutan jalannya impuls pada gerak refleks !


@@@ GOOD LUCK @@@


II. SISTEM INDERA

1. Tuliskan arti indera manusia beserta dengan fungsinya !

2. Sebukan 5 macam indera manusia dan masing –masing peka terhadap apa ?

3. Tuliskan 3 lapisan bola mata manusia dan sebutkan masing – masing bagian

depannya dinamakan apa ?

4. Tuliskan 2 reseptor (penerima stimulus) mata dan sebutkan masing – masing

fungsinya !

5. Tuliskan pula 2 cairan humor pada mata dan sebutkan masing – masing

letaknya !

6. Tuliskan urutan jalannya impuls pada proses melihat suatu benda !

7. Sebutkan 3 perbedaan antara mata manusia dengan kamera !

8. Jelaskan 5 macam kelainan mata dan bagaimana cara mengatasinya ?

9. Sebutkan 3 bagian dari telinga luar manusia !

10. Apa nama – nama tulang pendengaran manusia !

11. Apa nama bagian telinga yang merupakan penghubung antara telinga tengah

dengan rongga mulut ?

12. Tuliskan urutan jalannya impuls pada proses mendengar suatu suara !

13. Dalam bentuk apakah suatu zat agar mudah untuk dibau ?

14. Sebutkan bagian – bagian dari sel pencium hidung !

15. Tuliskan 5 fungsi lidah manusia !

16. Jelaskan letak kuncup pengecap lidah disertai dengan gambarnya !

17. Sebutkan nama lapisan kulit yang berfungsi sebagai tempat pembentukan

pigmen (warna kulit) !

18. Apa fungsi dari lapisan kulit Stratum Germinativum ?

19. Sebutkan nama indera kulit yang berfungsi untuk tekanan !

20. Apa fungsi indera kulit Badan Krause ?


@@@ GOOD LUCK @@@

Rabu, 14 September 2011

EKOWISATA WONOREJO SURABAYA





Oleh : Mahfud

Guru Biologi YPPI Surabaya

1. Rasional

Bagi anda yang berasal dari luar kota Surabaya, biasanya tempat wisata yang dituju adalah jembatan Suramadu, Kebun Binatang Surabaya (KBS), Monumen Kapal Selam (Monkasel), Planetarium, Museum Tugu Pahlawan, Pantai Ria Kenjeran dan masih banyak yang lain. Namun bila ke pusat-pusat perbelanjaan, ada Galaxi Mall, Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Centre (PTC), Plaza Surabaya, Royal Plaza, City of Tomorrow (CITO) dan sebagainya. Sementara itu, ada satu tempat wisata yang barangkali orang Surabaya sendiri jarang yang tahu, yaitu Ekowisata Wonorejo Surabaya.Tempat ini berada di pantai timur Surabaya. Tepatnya di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Untuk dapat kesana, rute yang dilalui mulai jembatan MERR-C atau Kampus STIKOM ke timur melalui sekolah IPH, Kantor Taxi ORENZ, Kantor Konstruksi Baja Kalimaya Steel lalu belok kanan melalui jalan makadam tepi sungai dan akhirnya sampai di Bozem Wonorejo lalu naik perahu dengan tarif Rp. 10.000,00 / orang, maka sampailah kita ke Ekowisata Wonorejo Surabaya.

2. Fauna

Menurut Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Ekowisata Wonorejo, Bapak Joko Soewondo, kawasan ini dihuni sebanyak 137 jenis burung. Dari jumlah tersebut sebanyak 23 jenis adalah burung migran dari Siberia ke Australia atau Selandia Baru sedang sisanya burung menetap. Sementara itu, spesies endemis (asli) Wonorejo, antara lain, Sikatan Bakau (Cyornis rufigastra), Cerek Jawa (Charadrius javanicus), Bubut Jawa (Centropus negrorufous), Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Ular Sanca (Phyton reticulates), Biawak / Nyambik (Varanus salvator), Percil Jawa (Microhyla acanthine), Ular Tambak (Cerberus rhynchops), Ikan Mujair (Areochromis tigrina), Ikan Sembilang (Euristhmus microceps), Kerang Hijau (Mytylus edulis ). Kemudian ada 2 spesies yang aneh, yaitu Kepiting (Scylla serrata) yang bercapit satu bukan karena patah tapi memang aslinya begitu dan yang satu lagi Ikan Glodok (Periopthal novemradiatus), yaitu ikan yang dapat memanjat akar pohon bakau dengan siripnya serta bentuk kepalanya menyerupai katak.

3. Flora

Sementara itu, jenis flora (vegetasi) yang ada di ekowisata Wonorejo, antara lain : Bakau (Rhizophora mucronata), Kayu Api (Avicennia alba), Pidada (Sonneratia caseolaris), Buta-buta (Excoecaria agallocha), Ketapang (Terminalia catapa), Nipah (Nypa fructicans), Waru laut (Hibiscus tilliaceus), Tanjang (Bruguiera gymnorrhiza), Nyamplung (Callophylum inophylum), Bintaro (Cerbera manghas), Akasia (Acacia auriculiformis), Asam (Tamarindus indica), Lamtoro / Petai Cina (Leucaena glauca), Gelagah (Saccharum spontaneum), dan Beringin (Ficus benyamina).

4. Penutup

Berdasarkan hasil pendataan awal di kawasan ekowisata Wonorejo Surabaya ini,maka kita mengetahui bahwa tempat ini sangat kaya akan keanekaragaman hayati baik flora maupun faunanya. Namun demikian, penulis yakin masih banyak spesies penghuni ekowisata Wonorejo ini yang belum terdata. Oleh karena itu perlu adanya penelitian dan kajian lebih lanjut. Bagaimana menurut anda ?

Minggu, 19 Juni 2011

BELAJAR DARI FENOMENA ULAT BULU

Oleh :Mahfud

Guru Biologi SMP YPPI – 2 Surabaya

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Oooh ….oooh ….oooh. Begitu kata Ebiet G. Ade dalam lagu Berita Kepada Kawan.Syair lagu Ebiet G. Ade di atas sangat relevan dengan fenomena ulat bulu saat ini. Betapa tidak ? Sebanyak 9 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yaitu Kecamatan Leces ada 9 desa, Bantaran ada 7 desa, Tegal Siwalan ada 11 desa, Wonomerto ada 11 desa , Sumberasih ada 3 desa, Dringu ada 3 desa, Banyuanyar ada 3 desa, Tongas ada 1 desa, dan Kuripan ada 1 desa dalam 2 pekan ini dikejutkan adanya “serangan” ulat bulu yang menyerang tanaman di tepi-tepi jalan, pohon terutama jenis mangga (Mangifera indica L.)di pekarangan,dinding-dinding rumah dan bahkan adapula yang di ruang kelas, seperti SDN IV Leces, Probolinggo ( Jawa Pos, 2 April 2011 ). Tidak sampai seminggu kota-kota lain juga mendapat serangan serupa seperti Pasuruan, Banyuwangi, Jombang, Tulungagung, Sidoarjo, Mojokerto, Kendal dan bahkan sampai Buleleng, Bali.Pertanyaan yang muncul kemudian adalah ada apa tiba-tiba muncul ulat bulu yang menghebohkan saat ini ? Tulisan ini akan membahas ulat bulu dari sisi ekologis dan pembelajaran karakter di sekolah.

Hikmah Ulat Bulu

Dengan munculnya ulat bulu yang mempunyai nama ilmiah Lymantria marginata ini ada beberapa hikmah yang dapat kita petik sebagai bahan kajian kita bersama, antara lain : 1. Ada yang salah selama ini dalam menangani alam. Kalau kita cermati munculnya hewan yang termasuk ordo ( bangsa ) Lepidoptera ( serangga bersayap sisik ) ini adalah terputusnya rantai makanan ( food chain ) dan jaring-jaring makanan ( food web ). Secara alami, bila ulat bulu makan daun mangga, maka ulat bulu sebagai konsumen I harus ada yang memangsa sebagai konsumen II. Sayangnya saat ini yang bertindak sebagai konsumen II yang menjadi predator ulat bulu jarang ditemukan kalau tidak mau dikatakan langka, seperti burung jalak Jawa(Acridotheres javanicus ), burung kutilang (Pignonotus aurigaster ), burung ciblek (Trinia familiaris), kuntul kerbau (Bubulcus ibis) dan masih banyak lagi. Akibat terputusnya rantai makanan ini inilah maka ulat bulu membludak dan akhirnya mengganggu aktivitas manusia itu sendiri. 2. Pembelajaran Karakter di sekolah. Dengan semakin gencarnya pemberitaan tentang ulat bulu ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran karakter di sekolah sebab dalam siklus hidupnya makhluk yang sedang naik daun dan suka makan daun mangga ini mengalami metamorfosis sempurna, dimulai dari telur beberapa hari lalu larva (ulat) antara 2 – 3 minggu, pupa (kepompong) sekitar 2 minggu dan fase terakhir imago (dewasa/ kupu-kupu) selama sekitar 1 bulan.Pada saat fase larva (ulat) inilah karakter ulat sangat rakus, makan terus tidak peduli milik siapa, merusak (destruktif), penampilannya menjijikkan dan bila tersentuh kulit terasa gatal dan panas.Akibat karakter yang demikian ini hampir semua makhluk Tuhan menjauhi dan membencinya, termasuk manusia. Namun, ulat yang berkarakter demikian suatu saat ia insyaf dan bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi (taubatan nashuha). Sebagai konsekuensinya, ia lalu berpuasa tidak makan, tidak minum, bahkan bergerakkan tidak, hanya berdo’a dan berdo’a semoga dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh Tuhan. Ternyata Tuhan mengabulkan do’a ulat yang telah bertaubat ini dan setelah 2 minggu muncullah kupu-kupu yang indah dan dapat terbang kesana kemari dan membantu penyerbukan tanaman budidaya manusia.Jika ulat dijauhi dan dibenci manusia, maka kupu-kupu justru dicari dan disenangi manusia.Dengan memberikan contoh pembelajaran karakter pada ulat bulu ini kepada siswa di sekolah, logikanya jika makhluk seperti ulat saja bisa bertaubat dan berubah menjadi kupu-kupu yang baik dan berguna, apalagi kita manusia makhluk Tuhan yang paling mulia. Bagaimana menurut anda ?

Senin, 04 April 2011

YPPI FESTIVAL AJANG KREATIVITAS SISWA




Oleh : Mahfud
Humas YPPI Festival
Dalam rangka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa baik dibidang seni maupun akademik, maka sekolah YPPI mulai TK, SD, SMP dan SMA yang berlokasi di Jl.Dharmahusada Indah Barat VI / 1 Surabaya menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk : YPPI FESTIVAL. Kegiatan tersebut diadakan selama 2 hari, yaitu hari Jum’at – Sabtu, 17 – 18 Desember 2010. Adapun kegiatannya meliputi : Lomba Mewarna dan Fashion Show tingkat TK se – Suranaya, lomba Robotic, lomba Story Telling dan Mendongeng tingkat SD se – Surabaya, lomba Fashion Design dan Web Design tingkat SMP se – Surabaya. Selain itu juga ada bazaar, pameran hasil karya siswa, penampilan seni dan budaya. Bahkan pada hari Sabtu, 18 Desember 2010, YPPI Festival kedatangan “ Guest Stars “ Sharah ( Sharah Band ), John Paul Ivan ( Eks Boomerang ), Mr. Doddy ( Shine On Blues ). Ketika John Paul Ivan tampil bersama Mr. Doddy dan Mr. Alex ( Guru Seni Musik YPPI ) suasana panggung menjadi “gemuruh” dan para kuli tinta serta penonton yang semula duduk, tiba-tiba bangkit sambil mengabadikan momen yang amat langka tersebut. Pada saat itu juga, John Paul Ivan memberi kesempatan kepada siswa –siswi YPPI untuk bertanya tentang seluk beluk masalah gitar. Pada acara tersebut mulai dari TK, SMP dan SMA YPPI mengisi acara seni dan budaya selama 2 hari tersebut, bahkan Universitas Widya Kartikapun juga menampilkan 2 tarian.Acara YPPI Festival ini juga didukung oleh : Yudhistira, Yong Ma, Djatimas, Melodia, AUTO 2000 Basuki Rachmad, Ceremix, Good Day, dan Faber Castell.