ADALAH TEMPAT MENUANGKAN IDE-IDE MAHFUD DAN SISWANYA ATAU SIAPA SAJA YANG TERTARIK MASALAH PENDIDIKAN, SAINS, LINGKUNGAN HIDUP, AGAMA, MAUPUN SOSIAL KEMASYARAKATAN DENGAN INTERAKSI BERBASIS MAYA (e-interaction) DAN TRANSAKSI BERBASIS MAYA (e-transaction).
Bagi anda yang berasal dari luar kota Surabaya, biasanya tempat wisata yang dituju adalah jembatan Suramadu, Kebun Binatang Surabaya (KBS), Monumen Kapal Selam (Monkasel), Planetarium, Museum Tugu Pahlawan, Pantai Ria Kenjeran dan masih banyak yang lain. Namun bila ke pusat-pusat perbelanjaan, ada Galaxi Mall, Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Centre (PTC), Plaza Surabaya, Royal Plaza, City of Tomorrow (CITO) dan sebagainya. Sementara itu, ada satu tempat wisata yang barangkali orang Surabaya sendiri jarang yang tahu, yaitu Ekowisata Wonorejo Surabaya.Tempat ini berada di pantai timur Surabaya. Tepatnya di Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Untuk dapat kesana, rute yang dilalui mulai jembatan MERR-C atau Kampus STIKOM ke timur melalui sekolah IPH, Kantor Taxi ORENZ, Kantor Konstruksi Baja Kalimaya Steel lalu belok kanan melalui jalan makadam tepi sungai dan akhirnya sampai di Bozem Wonorejo lalu naik perahu dengan tarif Rp. 10.000,00 / orang, maka sampailah kita ke Ekowisata Wonorejo Surabaya.
2.Fauna
Menurut Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Ekowisata Wonorejo, Bapak Joko Soewondo, kawasan ini dihuni sebanyak 137 jenis burung. Dari jumlah tersebut sebanyak 23 jenis adalah burung migran dari Siberia ke Australia atau Selandia Baru sedang sisanya burung menetap. Sementara itu, spesies endemis (asli) Wonorejo, antara lain, Sikatan Bakau (Cyornis rufigastra), Cerek Jawa (Charadrius javanicus), Bubut Jawa (Centropus negrorufous), Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Ular Sanca (Phyton reticulates), Biawak / Nyambik (Varanus salvator), Percil Jawa (Microhyla acanthine), Ular Tambak (Cerberus rhynchops), Ikan Mujair (Areochromis tigrina), Ikan Sembilang (Euristhmus microceps), Kerang Hijau (Mytylus edulis ). Kemudian ada 2 spesies yang aneh, yaitu Kepiting (Scylla serrata) yang bercapit satu bukan karena patah tapi memang aslinya begitu dan yang satu lagi Ikan Glodok (Periopthal novemradiatus), yaitu ikan yang dapat memanjat akar pohon bakau dengan siripnya serta bentuk kepalanya menyerupai katak.
3.Flora
Sementara itu, jenis flora (vegetasi) yang ada di ekowisata Wonorejo, antara lain : Bakau (Rhizophora mucronata), Kayu Api (Avicennia alba), Pidada (Sonneratia caseolaris), Buta-buta (Excoecaria agallocha), Ketapang (Terminalia catapa), Nipah (Nypa fructicans), Waru laut (Hibiscus tilliaceus), Tanjang (Bruguiera gymnorrhiza), Nyamplung (Callophylum inophylum), Bintaro (Cerbera manghas), Akasia (Acacia auriculiformis), Asam (Tamarindus indica), Lamtoro / Petai Cina (Leucaena glauca), Gelagah (Saccharum spontaneum), dan Beringin (Ficus benyamina).
4.Penutup
Berdasarkan hasil pendataan awal di kawasan ekowisata Wonorejo Surabaya ini,maka kita mengetahui bahwa tempat ini sangat kaya akan keanekaragaman hayati baik flora maupun faunanya. Namun demikian, penulis yakin masih banyak spesies penghuni ekowisata Wonorejo ini yang belum terdata. Oleh karena itu perlu adanya penelitian dan kajian lebih lanjut. Bagaimana menurut anda ?
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang. Oooh ….oooh ….oooh. Begitu kata Ebiet G. Ade dalam lagu Berita Kepada Kawan.Syair lagu Ebiet G. Ade di atas sangat relevan dengan fenomena ulat bulu saat ini. Betapa tidak ? Sebanyak 9 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yaitu Kecamatan Leces ada 9 desa, Bantaran ada 7 desa, Tegal Siwalan ada 11 desa, Wonomerto ada 11 desa , Sumberasih ada 3 desa, Dringu ada 3 desa, Banyuanyar ada 3 desa, Tongas ada 1 desa, dan Kuripan ada 1 desa dalam2 pekan ini dikejutkan adanya “serangan” ulat bulu yang menyerang tanaman di tepi-tepi jalan, pohon terutama jenis mangga (Mangifera indica L.)di pekarangan,dinding-dinding rumah dan bahkan adapula yang di ruang kelas, seperti SDN IV Leces, Probolinggo ( Jawa Pos, 2 April 2011 ). Tidak sampai seminggu kota-kota lain juga mendapat serangan serupa seperti Pasuruan, Banyuwangi, Jombang, Tulungagung, Sidoarjo, Mojokerto, Kendal dan bahkan sampai Buleleng, Bali.Pertanyaan yang muncul kemudian adalah ada apa tiba-tiba muncul ulat bulu yang menghebohkan saat ini ? Tulisan ini akan membahas ulat bulu dari sisi ekologis dan pembelajaran karakter di sekolah.
Hikmah Ulat Bulu
Dengan munculnya ulat bulu yang mempunyai nama ilmiah Lymantria marginata ini ada beberapa hikmah yang dapat kita petiksebagai bahan kajian kita bersama, antara lain : 1. Ada yang salah selama ini dalam menangani alam. Kalau kita cermati munculnya hewan yang termasuk ordo ( bangsa ) Lepidoptera ( serangga bersayap sisik ) ini adalah terputusnya rantai makanan ( food chain ) dan jaring-jaring makanan ( food web ). Secara alami, bila ulat bulu makan daun mangga, maka ulat bulu sebagai konsumen I harus ada yang memangsa sebagai konsumen II. Sayangnya saat ini yang bertindak sebagai konsumen II yang menjadi predator ulat bulu jarang ditemukan kalau tidak mau dikatakan langka, seperti burung jalak Jawa(Acridotheres javanicus ), burung kutilang (Pignonotus aurigaster ), burung ciblek (Trinia familiaris), kuntul kerbau (Bubulcus ibis) dan masih banyak lagi. Akibat terputusnya rantai makanan ini inilah maka ulat bulu membludak dan akhirnya mengganggu aktivitas manusia itu sendiri. 2. Pembelajaran Karakter di sekolah. Dengan semakin gencarnya pemberitaan tentang ulat bulu ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran karakter di sekolah sebab dalam siklus hidupnya makhluk yang sedang naik daun dan suka makan daun mangga ini mengalami metamorfosis sempurna, dimulai dari telur beberapa hari lalu larva (ulat) antara 2 – 3 minggu, pupa (kepompong) sekitar 2 minggu dan fase terakhir imago (dewasa/ kupu-kupu) selama sekitar 1 bulan.Pada saat fase larva (ulat) inilah karakter ulat sangat rakus, makan terus tidak peduli milik siapa, merusak (destruktif), penampilannya menjijikkan dan bila tersentuh kulit terasa gatal dan panas.Akibat karakter yang demikian ini hampir semua makhluk Tuhan menjauhi dan membencinya, termasuk manusia. Namun, ulat yang berkarakter demikian suatu saat ia insyaf dan bertaubat dan berjanji tidak akan mengulangi (taubatan nashuha). Sebagai konsekuensinya, ia lalu berpuasa tidak makan, tidak minum, bahkan bergerakkan tidak, hanya berdo’a dan berdo’a semoga dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh Tuhan. Ternyata Tuhan mengabulkan do’a ulat yang telah bertaubat ini dan setelah 2 minggu muncullah kupu-kupu yang indah dan dapat terbang kesana kemari dan membantu penyerbukan tanaman budidaya manusia.Jika ulat dijauhi dan dibenci manusia, maka kupu-kupu justru dicari dan disenangi manusia.Dengan memberikan contoh pembelajaran karakter pada ulat bulu ini kepada siswa di sekolah, logikanya jika makhluk seperti ulat saja bisa bertaubat dan berubah menjadi kupu-kupu yang baik dan berguna, apalagi kita manusia makhluk Tuhan yang paling mulia. Bagaimana menurut anda ?
Dalam rangka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa baik dibidang seni maupun akademik, maka sekolah YPPI mulai TK, SD, SMP dan SMA yang berlokasi di Jl.Dharmahusada Indah Barat VI / 1 Surabaya menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk : YPPI FESTIVAL. Kegiatan tersebut diadakan selama 2 hari, yaitu hari Jum’at – Sabtu, 17 – 18 Desember 2010. Adapun kegiatannya meliputi : Lomba Mewarna dan Fashion Show tingkat TK se – Suranaya, lomba Robotic, lomba Story Telling dan Mendongeng tingkat SD se – Surabaya, lomba Fashion Design dan Web Design tingkat SMP se – Surabaya. Selain itu juga ada bazaar, pameran hasil karya siswa, penampilan seni dan budaya. Bahkan pada hari Sabtu, 18 Desember 2010, YPPI Festival kedatangan “ Guest Stars “ Sharah ( Sharah Band ), John Paul Ivan ( Eks Boomerang ), Mr. Doddy ( Shine On Blues ). Ketika John Paul Ivan tampil bersama Mr. Doddy dan Mr. Alex ( Guru Seni Musik YPPI ) suasana panggung menjadi “gemuruh” dan para kuli tinta serta penonton yang semula duduk, tiba-tiba bangkit sambil mengabadikan momen yang amat langka tersebut. Pada saat itu juga, John Paul Ivan memberi kesempatan kepada siswa –siswi YPPI untuk bertanya tentang seluk beluk masalah gitar. Pada acara tersebut mulai dari TK, SMP dan SMA YPPI mengisi acara seni dan budaya selama 2 hari tersebut, bahkan Universitas Widya Kartikapun juga menampilkan 2 tarian.Acara YPPI Festival ini juga didukung oleh : Yudhistira, Yong Ma, Djatimas, Melodia, AUTO 2000 Basuki Rachmad, Ceremix, Good Day, dan Faber Castell.
Sebagai negara yang mempunyai keanekaragaman hayati terbanyak ke-2 setelah Brasil,Indonesia mempunyai peranan sangat penting dalam menangani issu pemanasan global ( global warming ). Begitu pentingnya keanekaragaman hayati ini, sampai-sampai PBB telah menetapkanbahwa 2010 sebagai Tahun Keanekaragaman Hayati Internasional. Disamping itu, karena keanekaragaman hayati ini berhubungan erat dengan budaya, maka tema konferensi kali ini adalah : Keanekaragaman Hayati dan Budaya ( Biodiversity and Culture ). Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan adat istiadat. Oleh sebab itu, saat ini Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Tentang Lingkungan Hidup ke – 24 ( The 24th Caretakers of the Environment International Conference ) yang diselenggarakan mulai tanggal 4 – 10 Juli 2010 Bertempat di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati Jl. Argotunggal 1 Lawang – Malang, Jawa Timur. Konferensi ini khusus untuk pendidik, guru dan siswa SMP / SMA atau yang sederajat. Tujuan konferensi ini adalah menggali hubungan antara keanekaragaman hayati dengan budaya masyarakat setempat (local wisdom).
2.Peserta
Jumlah seluruh peserta konferensi sebanyak 220 orang yang berasal dari 18 negara, yaitu :Denmark, Greece (Yunani), Hongkong (China), Hungaria, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Netherland (Belanda), Pakistan, Polandia, Portugal, Rusia, Inggris, Swedia, Turki, Amerika Serikat, dan tuan rumah Indonesia. Sementara itu, peserta yang berasal dari Indonesia berasal dari 11 daerah, yaitu : Papua ( Jayapura dan Raja Ampat ), Kendari, Bali, Jakarta, Tangerang, Bandung, Bogor, Madura (Sumenep), Malang, Pasuruan dan Surabaya. Sedang peserta yang berasal dari Surabaya sebanyak 5 sekolah, yaitu : Sekolah YPPI, Sekolah Ciputra, Sekolah Cita Hati, SMAK St. Louis 1, dan SMAK St. Hendrikus. Peserta yang berasal dari YPPI sebanyak 6 orang, terdiri dari 4 siswa dan 2 orang guru. Ke empat siswa tersebut adalah Evelyn Marsarin dan Patricia Elias ( SMA YPPI – 1 ), Yusak Noven ( SMA YPPI – 2 ), serta Novi Carolina ( SMP YPPI – 1 ). Sedang 2 guru adalah Setijaning Utami, SE (SMA YPPI – 2 ) dan penulis sendiri ( SMP YPPI – 2 ).
3.Project
Setiap sekolah atau lembaga yang menjadi peserta konferensi wajib menampilkan minimal1 project. Project tersebut ditampilkan dalam 2 bentuk, yaitu dalam bentuk dipresentasikan oleh siswa dan yang kedua dalam bentuk dipamerkan dalam papan project yang ditempel pada kertas manila atau sudah dibuat dalam bentuk banner. Boleh juga hasil karya siswa seperti tas dari hasil daur ulang bungkus makanan ringan (snack), T-Shirt yang disablon dengan slogan-slogan peringatan tentang pentingnya kelestarian alam atau hasil karya siswa berupa minuman herbal berupa ekstrak jahe, kencur dan kunyit yang dibagi-bagi kepada setiap pengunjung seperti yang dilakukan oleh peserta dari sekolah YPPI. Sementara itu, dari seluruh peserta yang ada terdapat 46 project, yang terbagi menjadi 5 lokasi presentasi dan dipandu 2 moderator dari negara yang berbeda. Setiap judul project yang membahas topik sama digabung dan masing-masing diberi waktu 15 menit untuk presentasi. Misalnya sekolah YPPI mempunyai 2 project, yang satu berjudul : “My Future Garden” karena topiknya sama dengan sekolah Kirov Rusia yang berjudul : “Parks of Our Town”, maka presentasinya bersama-sama dengan sekolah Kirov Rusia. Demikian pula project kedua dari sekolah YPPI yang berjudul : “My Spring Water” karena topiknya senada dengan delegasi dari Papua yang berjudul : “Danau Sentani”, maka presentasinya juga tampil bersama.
4.Field Trip
Pada hari ke 3 dan ke 4, Selasa dan Rabu, 6 – 7 Juli 2010, setiap peserta diminta untuk memilih salah satu dari 5 macam tipe ekosistem sebagai tujuan field Trip (di YPPI semacam Study Ekskursi). Kelima ekosistem tersebut adalah : 1. Ekosistem Hutan Hujan Tropis di Cangar 2. Ekosistem Vulkanik di gunung Bromo, 3. Ekosistem Hutan Bakau di Probolinggo, 4. Ekosistem Dataran Tinggi di Trawas, dan 5. Ekosistem Sawah di Tumpang. Peserta dari YPPI terbagi menjadi 2 kelompok, sebagian ikut ke ekosistem Hutan Hujan Tropis di Cangar dan sebagian ikut ekosistem Vulkanik di gunung Bromo. Penulis sendiri ikut ke ekosistem Hutan Hujan Tropis di Cangar. Sebelum peserta menuju ke Cangar, terlebih dahulu diterima Wali kota Batu untuk mempromosikan kota Batu kepada peserta yang memang mayoritas berasal dari manca negara. Setelah itu peserta menuju ke Hutan Hujan Tropis di Cangar. Di dalam hutan yang masih alami ini peserta dapat mempelajari berbagai macam keanekaragaman hayati, seperti macam-macam tumbuhan paku yang menempel pada pohon, anggrek, lumut, lumut kerak (Lichenes), rotan, pandan, berbagai jenis pohon,serta berbagai hewan, seperti kera, kupu-kupu, siput, serta bermacam-macam jenis burung. Bahkan menurut hasil penelitian dari P – WEC (Petungsewu Wildlife Education Center, 2010 : 7 ), menyebutkan bahwa jenis-jenis burung yang ada di hutan Cangar tercatat sebanyak 86 spesies, termasuk Elang Jawa (Spizaetus bartelsi). Begitu asyiknya para peserta menyusuri jalan setapak di hutan Cangar, bahkan makan siang dan berfoto bersama juga di hutan.
5.Local Wisdom
Disetiap acara field trip, selalu ada acara mengunjungi ke desa, seperti yang penulis alami berkunjung ke desa Sumberbendo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, , kira-kira 1 km dari tempat penulis menginap di P – WEC, para peserta disuguhi dengan kesenian tradisional, misalnya lagu dolanan dari anak-anak yang memakai mahkota dari berbagai daun, kesenian jaranan, pencak silat, sedekah bumi dan masih banyak lagi. Sepintas lalu memang tidak ada hubungan antara kesenian tradisional dengan keanekaragaman hayati, namun bila kita kaji lebih jauh ternyata terdapat korelasi (hubungan) diantara keduanya. Misalnya lagu-lagu dolanan sambil memakai mahkota dari macam-macam daun, berarti masyarakat tersebut harus menanam pohon yang menghasilkan daun untuk membuat bahan mahkota. Kesenian Jaranan menggunakan jaranan yang terbuat dari bambu dan bulunya dari ijuk serta cambuk (cemeti) dari rotan, berarti masyarakat tersebut harus menanam bambu, siwalan dan rotan agar kesenian jaranan dapat hidup terus. Pada kesenian Pencak Silat, salah satu adegannya punggung dipukul batang salak yang penuh duri tidak berdarah (kebal), berarti masyarakat disitu harus menanam salak. Demikian pula acara sedekah bumi yang menggelar selamatan di sumber air (punden). Menurut Suryo W. Prawiroatmodjo (2010 : 32), upacara selamatan Jawa yang lengkap, meliputi : Nasi yang paling utama dalam bentuk tumpeng (gunungan), padi yang masih dalam untaiannya, gabah, beras, nasi dalam takir, bubur, karak / rengginang, kelapa, pala pendem, seperti : singkong, ubi jalar, bentul, ganyong, garut dan lain-lain, pala kesimpar, seperti : semangka, labu, blewah dan sebagainya, pala gumandul, seperti : jambu, jeruk, mangga, rambutan dan masih banyak lagi, macam-macam sayuran, empon-empon, seperti : jahe, kunyit, kencur, temulawak dan sebagainya, bunga tiga warna (kembang setaman), air bersih (toya Amerta) dalam kendi dan padupan (perapen). Dengan masih tetap mempertahankan kearifan lokal (local wisdom), seperti kesenian lagu dolanan, jaranan, pencak silat, sedekah bumi, maka mau tidak mau masyarakat setempat akan tetap menanam tanaman yang dibutuhkan agar kesenian tradisionalnya tidak punah. Dengan demikian maka keanekaragaman hayati akan tetap terjaga.
6.Harapan
Berdasarkan pengalaman penulis selama mengikuti CEI 2010, maka untuk CEI 2011 yangakan diselenggarakan di Hongaria, maka agar peserta dari YPPImulai saat ini harus mempersiapkan diri mulai project yang akan dipresentasikan maupun project yang akan dipamerkan. Demikian pula kesenian yang akan ditampilkan bisa mewakili bangsa Indonesia pada umumnya danmasyarakat Surabaya khususnya, termasuk pakaian pendukungnya dan faktor bahasa tentunya. Sebab pada hari Jum’at, 9 Juli 2010 pada sesi Kesimpulan dan Rekomendasi (Conclusion and Recommendations), salah satu peserta dari YPPI, yaitu Evelyn Marsarin terpilih secara aklamasi untuk mewakili berbagai negara untuk presentasi tentang Ekosistem Hutan Hujan Tropis. Ini tentu prestasi yang luar biasa mengingat sekolah YPPI baru pertama kali mengikuti CEI ini. Dengan demikian YPPI ke depan dapat lebih berkiprah ke tingkat global. Semoga.
Menyambut datangnya Hari Anti Rokok Sedunia yang jatuh hari Senin, 31 Mei 2010, bagi Indonesia hal ini masih memprihatinkan. Mengapa ? Sebab menurut hasil Lembaga Survei Global, ternyata menemukan 3 dari 10 siswa sekolah telah mencoba merokok di bawah usia 10 tahun. Bahkan menurut Lembaga Kesehatan Dunia (WHO ), 59 % pria di atas 10 tahun di Indonesia telah menjadi perokok harian (www.netlog.com, 12 Mei 2010). Sementara itu, pada akhir Maret 2010 lalu, kita dikejutkan dengan beredarnya video di youtube yang berisi anak berumur 4 tahun yang berbicara kotor sambil merokok dalam sehari bisa menghabiskan satu pak (bungkus) rokok (www.detiknews.com, 31 Maret 2010) .Timbul pertanyaan, mengapa ada anak yang masih kecil suka merokok, padahal jelas bahwa rokok merugikan kesehatan baik untuk diri sendiri maupun orang lain ? Untuk menjawab pertanyaan di atas memang tidak semudah membalik telapak tangan sebab pemerintahpun sudah memberi peringatan pada setiap kemasan rokok, bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan serta janin. Selain penyakit di atas masih ada beberapa penyakit akibat merokok yang jarang dipublikasikan, seperti menurunkan kekebalan tubuh (imunitas), kerontokan rambut, katarak mata, kulit cepat keriput, kehilangan pendengaran dini, kerusakan gigi, osteoporosis, mengurangi dan menyebabkan kelainan sperma (www.mail-archive.com, 15 Mei 2010, namun para perokok tetap jalan terus. Persis seperti bunyi pepatah : Biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Salah satu alternatif untuk menjawab pertanyaan di atas adalah dengan cara membuat “Robot Perokok”. Mengapa ? Sebab robot ini mempunyai beberapa keunggulan antara lain : siswa akan mengetahui secara langsung akibat orang merokok dan mendiskusikannya dengan teman-temannya, mengetahui kandungan zat kimia dalam sebatang rokok, memanfaatkan barang bekas yang tidak berguna untuk kegiatan yang lebih bermanfaat dan masih banyak lagi. Alat dan bahan untuk membuat robot ini antara lain, botol air mineral 1,5 liter, selang dengan diameter ukuran rokok 5 cm, plastisin (malam mainan), obeng plus, lilin, korek api, tas kresek, 2 kayu penyangga,rokok,air,bak plastik(ember),kapas,dangunting/kater.Cara membuatnya, pertama-tama tutup botol dilubangi dengan obeng plus yang dipanaskan pada lilin yang menyala, setelah itu diisi selang lalu sela-sela antara selang dan tutup botol diisi plastisin agar tidak ada kebocoran udara, selang bagian atas diisi rokok dan selang bagian bawah diisi kapas sebagai pengganti paru-paru. Selanjutnya bagian bawah botol juga dilubangi lalu ditutup dengan tas kresek dan diisi air sampai tigaperempat volume botol. Setelah semuanya siap botol yang telah berisi air diletakkan di atas bak plastik (ember) yang diberi 2 kayu penyangga lalu ditutup dengan penutupnya yang sudah ada rokok dan kapas. Setelah itu, rokok dinyalakan dan tas kresek penutup bagian bawah botol ditarik maka robot mulai “merokok”(Foto di atas). Setelah kurang lebih 5 menit rokok akan habis dan air dalam botolpun juga ikut habis, kemudian tutup botol dibuka dan kapas dalam selang pelan-pelan dikeluarkan maka akan tampak kapas yang semula putih bersih menjadi kuning kecoklat-coklatan . Kandungan nikotin dalam sebatang rokok berkisar antara 0,6 – 2,4 mg. Disamping itu, asap rokok juga mengandung : arsenik, aseton, butan, karbonmonoksida dan sianida ( www.artikelasik.com, 8 Mei 2010).Dengan mengetahui kandungan zat kimia yang terdapat dalam sebatang rokok, maka akan tertanam dalam benak siswa bahwa kalau satu batang rokok saja kandungan zat kimia seperti itu apa lagi bila satu pak (bungkus) atau lebih, tentu tubuh kita akan menjadi sarang berbagai macam penyakit. Oleh sebab itu, bersamaan dengan Hari Anti Rokok Sedunia tanggal 31 Mei 2010 mari kita berhenti dari merokok, kita jauhkan rokok dari keluarga kita. Bagaimana menurut anda ?
1. Rasional Sebanyak 27 siswa dan 2 guru dari Raffles Institutions Singapore menjadi tamu SMP YPPI – 2 Surabaya sejak 11 – 23 Nopember 2009 dalam rangka “ Pertukaran Pelajar “ ( Student Exchange ) yang saat ini merupakan tahun ke 3 dari program ini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempelajari perbedaan budaya, cara belajar, lingkungan hidup, sejarah , bahasa dan masih banyak yang lain. Oleh sebab itu, selama di SMP YPPI – 2 Surabaya mereka bila pagi ikut pelajaran di kelas atau kunjungan ke suatu tempat ( outing class ) setelah itu mereka pulang ke rumah anak SMP YPPI – 2 yang bulan Pebruari 2010 akan menjadi tamu di Raffles Institutions Singapore. Dengan demikian mereka akan mengetahui secara langsung keadaan keluarga di Indonesia, khususnya siswa SMP YPPI – 2 Surabaya. Selain itu, mereka juga belajar banyak tentang keadaan Surabaya dan sekitarnya baik keramahan penduduknya maupun tempat-tempat wisata serta peninggalan sejarah kota pahlawan ini. 2. Host Parents Host parents adalah sebutan untuk anak SMP YPPI – 2 Surabaya yang rumahnya ditempati siswa atau guru dari Raffles. Mereka ini nantinya yang akan mewakili SMP YPPI – 2 Surabaya untuk mengadakan kunjungan balasan ke Raffles Institutions Singapore pada bulan Pebruari 2010 . Jumlah host parents ini sama dengan jumlah siswa dan guru yang datang ke SMP YPPI – 2 Surabaya. Untuk tahun ini, siswa atau guru Raffles dan host parentsnya adalah sebagai berikut : Izhar bin Jumadi di rumah Alvin Cornelius (IX-C), Mohamad Farhan bin Khalid di rumah Enrico Armando (VIII-D), Mr. Paul (Teacher) di rumah Lusiani (VIII-B), Mohammad Hafeez bin Khalid di rumah Joana Marvelin (VIII-C), Mohamad Hakiim bin Mohamad Razali di rumah Jessica Pratiwi (VIII-B), Muhammad bin Mohamed Mustafa di rumah Timothy Brian (VIII-B), Muhammad Fadhli bin Mohamad Ikbal di rumah Sylvia Yuanita (IX-B), Muhammad Firdaus bin Sulaiman di rumah Ivone Halim (IX-C), Ong Cheng Yuen di rumah Ardeliah Tjiptawan (IX-A), Amir Irsyad Khan bin Abdul Hamid Khan di rumah Gibbor Theofilus (IX-D), Muhammad Azhar bin Haj Mohamed di rumah Meiliana Wikarsa (IX-A), Muhammad Idris bin Abrahim di rumah Stefani Wong (IX-A), Abdul Muhaimin bin Abdul Rahman di rumah Evelin Suwandi (VIII-D), Mohamed Danish Fawaz bin Rahmat di rumah Vivien Vinchu (IX-A), Muhammad Danial bin Rosli di rumah Hardianto Rumui (IX-B), Dehn See Toh Wei Jie di rumah Gladys Gracia Sabandar (VIII-D), Haziq bin Zakariah di rumah Febryna Dayanti (IX-D), Muhamad Izzad Afiq bin Othman di rumah Alita Prameswari (IX-D), Muhammad Nur Aliff bin Kamaruddin di rumah Anthony (VIII-D), Ng Yong Zhe Nigel di rumah Evelin Suwandi (VIII-D), Ong Chuan Kai di rumah Lusiani (VIII-B), Neo Gao Ming di rumah Calvin Sebastian (VIII-C), Mr. Koh Siak Peng (Teacher) di rumah Stefani Wong (IX-A), Muhammad Alif bin Jamal di rumah Thereia Ciuwangi (IX-D), Muhammad Amzar bin Shafarudin di rumah Theresia Henki Tasman (IX-A), Bhargav Sri Ganesh di rumah A.A.N. Dianta Esa (VIII-A), Mohamad Fitri bin Mohamad Rashed di rumah Kevin Tantri (IX-C), Hairul Siddeeq bin Mohamed Ansar di rumah Cindy Natalia (IX-C), dan Chew Shai Jie di rumah Christina Halim (IX-B). 3. AKTIFITAS Mulai 11 Nopember 2009 pukul 18.00 mereka dijemput di Bandara Juanda sampai di SMP YPPI – 2 Surabaya pukul 19.30 dilanjutkan acara seremonial dan perkenalan dengan host parents hingga berakhir pukul 21.00. Esoknya, hari Kamis, 12 Nopember 2009 acaranya pengenalan program selama di SMP YPPI – 2 serta Surabaya dan sekitarnya., Observasi Sekolah, belajar Karawitan dan Kulintang serta Tari modern. Pada hari Jum’at, 13 Nopember 2009 setelah siswa Raffles di beri pengarahan oleh Mr. Paul, selanjutnya ke Taman Flora untuk menanam melati Jepang yang saat itu banyak diliput media massa, antara lain, Jawa Pos, Surya, Suara Surabaya.net, Duta dan Bisnis Chanel TV (BCTV). Selanjutnya ke Kebun Binatang Surabaya (KBS), dan Masjid Chengho. Di masjid Chengho ini sebagian siswa Raffles ada yang sholat dan Mr. Paul tidak henti-hentinya memotret masjid yang arsitekturnya mirip dengan kelenteng. Kegiatan hari itu di akhiri dengan belanja souvenir dan batik di toko Mirota. Hari Sabtu, 14 Nopember 2009, bersama dengan siswa kelas VIII SMP YPPI – 2, mereka ikut study ekskursi ke gua Akbar di Tuban kemudian dilanjutkan ke gua Maharani dan Wahana Bahari Lamongan (WBL) di Lamongan.Pada hari Senin, 16 Nopember 2009, mereka belajar bersama dengan SD Santa Melania yang disebut “One Day Learning”, setelah itu mereka menikmati indahnya jembatan Suramadu yang menghubungkan antara kota Surabaya dengan pulau Madura. Acara hari itu diakhiri dengan kunjungan ke pantai Kenjeran Surabaya sambil berlayar ke pulau pasir. Tanggal 17 – 19 Nopember 2009, mereka mengikuti kegiatan Gunung Hutan dan Laut (GHL), yaitu semacam kegiatan outbond bersama siswa kelas IX SMP YPPI – 2 Surabaya ke Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) di desa Seloliman, Kecamatan Trawas ,Kabupaten Mojokerto. Di PPLH ini siswa Raffles banyak belajar tentang kehidupan masyarakat desa, Teknologi Tepat Lingkungan (TTL), Daur ulang limbah, hutan tropis dan napak tilas patirtan Prabu Airlangga dan tentunya menikmati sejuknya udara pegunungan serta segarnya mandi air sumber dari pegunungan.Pada hari Jum’at, 20 Nopember 2009 siswa Raffles akan belajar bersama dengan SD YPPI – 1 Surabaya yang juga disebut “ One Day Learning “ dan selanjutnya mereka akan membuat persiapan presentasi yang akan digelar hari Senin, 23 Nopember 2009 tentang materi apa saja yang telah mereka pelajari selama berada di Surabaya dan sekitarnya. Hari Sabtu, 21 Nopember 2009, mereka akan melihat secara langsung ke lokasi Lumpur Lapindo dan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo serta menikmati lezatnya ikan bakar di rumah makan “Joyo”.Hari terakhir, Senin, 23 Nopember 2009 adalah hari yang ditunggu-tunggu para wartawan, sebab siswa Raffles akan presentasi tentang hasil yang diperoleh selama di Surabaya dan sekitarnya dan penampilan seni bersama antara siswa Raffles dengan siswa SMP YPPI – 2 Surabaya dan acara diakhiri foto bersama selanjutnya terus menuju ke bandara Juanda untuk kembali ke Singapora. 4. HARAPAN Dengan adanya kegiatan Student Exchange ini diharapkan ke depan tidak ada lagi kendala masalah budaya, bahasa, makanan dan lain-lain sehingga masing-masing sekolah, kota bahkan negara dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kegiatan ini sebagai wahana promosi baik proses belajar mengajar, etos belajar, disiplin maupun pariwisata masing-masing negara. Semoga.