Rabu, 21 Januari 2015

KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME




Oleh : Mahfud
Guru Sains SMP Nation Star Academy (NSA) Surabaya
www.wahanaguru.blogspot.com

Setiap makhluk hidup agar tetap lestari, maka ada 3 syarat yang harus dilakukan, yaitu dapat beradaptasi, lolos seleksi alam dan dapat bereproduksi (berkembangbiak).
1.Adaptasi
Adaptasi adalah suatu cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.Berdasarkan macamnya, adaptasi dibagi menjadi 3, yaitu Adapatasi Morfologi, Adaptasi Fisiologi, dan Adaptasi Tingkah laku.
a. Adaptasi Morfologi
Adaptasi Morfologi adalah suatu cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan  cara merubah bentuk dan struktur tubuhnya.Contohnya, antara lain :
1.Adanya bermacam – macam bentuk paruh burung

Gambar 1. Macam – Macam Bentuk Paruh Burung Finch
2.Adanya bermacam – macam bentuk kaki burung

Gambar 2. Macam – Macam Bentuk Kaki Burung
3. Adanya bermacam – macam bentuk mulut serangga.

Gambar 3. Macam – Macam Bentuk Mulut Serangga
b. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi Fisiologi adalah suatu cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan cara merubah fungsi organ – organ tubuhnya. Contohnya, antara lain :
1. Herbivora (hewan pemakan tumbuhan) menghasilkan enzim selulose untuk mencerna serat –serat kasar dari tumbuhan.
2. Teredo navalis (sejenis Flagellata laut) mampu melubangi kapal – kapal laut yang terbuat dari kayu sebab menghasilkan enzim selulose.

Gambar 4. Teredo navalis
3. Orang yang tinggal di dataran tinggi menghasilkan eritrosit lebih banyak dibanding orang yang tinggal di dataran rendah sebab membutuhkan oksigen lebih banyak.
c. Adaptasi Tingkah Laku (Behavior)
Adaptasi Tingkah Laku (Behavior) adalah suatu cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan cara merubah tingkah lakunya. Contohnya, antara lain :
1. Bunglon (sejenis kadal yang hidup di pohon) dapat merubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan sekitarnya.

Gambar 5. Bunglon
2. Mamalia laut ( Paus dan Lumba – lumba ) sering muncul ke permukaan laut untuk menghirup oksigen sebab bernafas menggunakan paru – paru.

Gambar 6. Lumba - Lumba
3. Anak rayap suka mempunyai kebiasaan menjilati anus induknya untuk mendapatkan Flagellata (hewan berbulu cambuk), yaitu : Trichonympha campanula agar dapat mencerna kayu sendiri.

Gambar 7. Trichonympha campanula
2. Seleksi Alam
Seleksi alam adalah proses pemilihan oleh alam terhadap individu – individu yang dapat beradaptasi dengan lingkungan. Faktor yang mempengaruhi seleksi alam, antara lain suhu, iklim, makanan, dan perubahan lingkungan. Menurut ahli Biologi Inggris, yaitu Charles Robert Darwin, ada 3 syarat agar suatu makhluk hidup dapat lolos dari seleksi alam, yaitu :

Gambar 8. Charles Robert Darwin
a. Adanya variasi dan persaingan organism dalam satu spesies (jenis).
b. Individu yang adaptif (dapat beradaptasi) akan menghasilkan keturunan lebih banyak dibanding individu – individu yang tidak adaptif.
c. Generasi selanjutnya bagi individu yang adaptif secara bertahap mempunyai kemampuan adaptasi  yang lebih baik terhadap lingkungannya.
Contoh seleksi alam, misalnya adanya kupu – kupu Biston bitularia di Inggris. Sebelum revolusi industry jumlah kupu – kupu Biston bitularia yang warna cerah lebih banyak dibanding yang warna gelap. Namun setelah revolusi industry, justru kupu – kupu yang warna gelap lebih banyak dibanding yang warna cerah. Hal ini terjadi sebab akibat revolusi industri warna pohon menjadi gelap terkena jelaga sehingga kupu – kupu warna gelap kalau hinggap tidak terlihat predator (pemangsa)nya sedang kupu –kupu yang warna cerah  terlihat jelas sehingga  mudah dimangsa oleh predatornya.

Gambar 9. Kupu – Kupu Biston bitularia
3. Reproduksi (Berkembangbiak)
Reproduksi (Berkembangbiak) adalah suatu cara makhluk hidup untuk melestarikan jenisnya. Secara umum, reproduksi ini ada 2 macam, yaitu reproduksi vegetatif (aseksual) adalah perkembangbiakan yang tidak melibatkan gamet (sel kelamin) dan hanya melibatkan 1 induk dan reproduksi generatif (seksual) adalah perkembangbiakan yang melibatkan gamet (sel kelamin) dan melibatkan 2 induk. Sementara itu, reproduksi vegetatif (aseksual) ada 2 macam, yaitu reproduksi vegetatif  alami adalah perkembangbiakan yang tidak melibatkan gamet (sel kelamin) dan terjadi tanpa bantuan pihak lain dan reproduksi vegetatif  buatan adalah perkembangbiakan yang tidak melibatkan gamet (sel kelamin) dan terjadi dengan bantuan pihak lain (manusia).
a. Reproduksi Vegetatif Alami Pada Organisme Tingkat Rendah :
    1. Membelah diri (Pembelahan sel), contoh : Bakteri dan Protozoa.
    2. Membentuk Tunas / Kuncup, contoh : Rag.i (Saccharomyces cerevisae) dan Hydra.
    3. Membentuk Spora , contoh : Fungi (jamur) dan Plasmodium (Protozoa berspora).
    4. Fragmentasi (memotong diri), contoh : Spirogyra (Alga hijau) dan Cacing Planaria.
b. Reproduksi Vegetatif Alami Pada Tumbuhan Tingkat Tinggi : 
   1. Umbi lapis, contoh : bawang merah, bawang putih, bawang Bombay.
   2. Umbi batang, contoh : Kentang dan Ketela rambat.
   3. Umbi akar, contoh : singkong dan dahlia.
   4. Stolon (Geragih), contoh : Pegagan, rumput teki, dan strawberry.
   5. Rhizoma (rimpang / akar tinggal), contoh : Jahe, kunyit, Sansiviera.
   6. Tunas adventif , contoh : keres, cemara, bamboo, tebu, cocor bebek, begonia.
c. Reproduksi Vegetatif  Buatan Pada Tumbuhan Tingkat Tinggi :
   1. Mencangkok, contoh : mangga, jambu air, jambu biji, jeruk.
   2. Stek, contoh : kembang  sepatu, bunga mawar, bunga melati.
   3. Merunduk, contoh : bunga mentega, bunga anyelir, bunga melati.
  4. Okulasi (tunas), contoh : rambutan, durian, mangga, jambu.
  5. Mengenten (menyambung), contoh : mangga, bougenville, rambutan.
  6. Kultur jaringan, contoh : anggrek, bawang putih, pisang Cavendis.
d. Reproduksi Generatif  (Seksual) Pada Tumbuhan : Menggunakan Bunga.
e. Reproduksi Generatif (Seksual) Pada Hewan Tingkat Rendah :
   1. Isogami (Homogami) : Chlamidomonas (hewan berbulu cambuk).
   2. Anisogami (Heterogami) : Plasmodium (hewan berspora)
  3. Konjugasi : Paramaecium (hewan berambut getar)
  4. Partenogenesis : Lebah madu.
f. Reproduksi Generatif  (Seksual) Pada Hewan Tingkat Tinggi :
  1. Fertilisasi Eksternal, yaitu pembuahan terjadi di luar tubuh, contohnya : Pisces (ikan) dan Amphibia (Katak).
  2. Fertilisasi Internal, yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh individu betina, dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
       a. Ovovivipar ( bertelur – beranak ), contohnya : Kadal, ulat, penyu, buaya, komodo.
       b. Ovipar (bertelur), contohnya : ayam, itik, angsa, merpati, cendrawasih, kasuari.
       c. Vivipar (beranak), contohnya : kelinci, tikus, kambing, kuda, kera, sapi, manusia.

SOAL – SOAL KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME
1. Sebutkan 3 syarat agar makhluk hidup tetap dapat melangsungkan kehidupannya !
2. Jelaskan pengertian dari adaptasi pada makhluk hidup !
3. Sebutkan macam – macam adaptasi dan jelaskan pula masing – masing artinya !
4. Tuliskan 3 contoh dari adaptasi morfologi !
5. Tuliskan pula 3 contoh adaptasi fisiologi !
6. Tuliskan juga 3 contoh adaptasi tingkah laku !
7. Jelaskan pengertian dari seleksi alam (nature of selection) !
8. Siapakah tokoh yang dianggap berjasa dalam seleksi alam makhluk hidup ?
9. Sebutkan 3 syarat suatu makhluk hidup dapat lolos dari seleksi alam !
10. Berilah contoh proses seleksi alam yang terjadi pada suatu makhluk hidup !
11. Jelaskan pengertian dari reproduksi (perkembangbiakan) suatu makhluk hidup !
12. Jelaskan perbedaan antara reproduksi vegetatif (aseksual) dengan reproduksi generatif (seksual) pada suatu makhluk hidup !
13. Jelaskan pula perbedaan antara reproduksi vegetatif alami dengan reproduksi vegetatif buatan pada suatu makhluk hidup !
14. Tuliskan 4 macam reproduksi vegetatif alami pada organisme tingkat rendah beserta contohnya masing – masing !
15. Tuliskan 6 macam reproduksi vegetatif alami pada tumbuhan tingkat tinggi beserta contohnya masing – masing !
16. Tuliskan pula 6 macam reproduksi vegetatif buatan pada tumbuhan tingkat tinggi beserta contohnya masing – masing !
17. Gambarkan bagian – bagian dari bunga sebagai organ reproduksi generatif  tumbuhan tingkat tinggi !
18. Tuliskan 4 reproduksi generatif pada hewan tingkat rendah dan sebutkan  contohnya masing – masing !
19. Reproduksi generatif pada hewan tingkat tinggi, berdasarkan cara fertilisasinya ada 2 macam, yaitu fertilisasi eksternal dan fertilisasi internal. Jelaskan pengertian fertilisasi eksternal dan sebutkan contohnya masing – masing !
20. Jelaskan pula pengertian dari fertilisasi internal dan sebutkan pula contohnya masing – masing !

@@@ GOOD  LUCK @@@

Minggu, 26 Oktober 2014

SISTEM SARAF PADA MANUSIA





Oleh : Mahfud
Guru Sains SMP Nation Star Academy (NSA) Surabaya
www.wahanaguru.blogspot.com

Sistem koordinasi pada manusia meliputi sistem saraf, sistem indera dan sistem hormonal.Sistem saraf merupakan salah satu dari sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan impuls (rangsang) dari reseptor (indera) untuk dideteksi dan ditanggapi oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup menjadi cepat tanggap terhadap perubahan baik di dalam maupun di luar tubuh.
1. Komponen saraf
a. Reseptor, berfungsi sebagai penerima impuls (rangsang), yaitu indera (mata, hidung, kulit,    lidah, telinga).
b. Penghantar impuls (rangsang), berfungsi meneruskan impuls dari reseptor (indera) menuju ke efektor (otot / kelenjar),yaitu : saraf (neuron).
c. Efektor, berfungsi menanggapi rangsang yang telah diantar oleh penghantar rangsang (saraf), yaitu : otot dan kelenjar.
2. Fungsi saraf
     a. Menerima impuls (rangsang) dari reseptor (indera)
     b. Memproses impuls (rangsang) yang diterima (otak / sumsum tulang belakang)
     c. Memberi respon (tanggapan) terhadap impuls yang diterima (otot dan kelenjar).
3. Bagian saraf
a. Dendrit, bagian saraf yang merupakan penjuluran badan sel saraf yang pendek, berfungsi  menerima impuls (rangsang) dari reseptor (indera) dan meneruskannya ke badan sel saraf.
b. Badan sel, bagian saraf yang di dalamnya terdapat nukleus, sitoplasma, mitokondria, badan golgi, retikulum endoplasma dan lain – lain, berfungsi menerima impuls (rangsang) dari dendrit dan meneruskannya ke akson (neurit).
c. Akson (neurit), bagian saraf yang merupakan penjuluran badan sel saraf yang panjang, berfungsi menerima impuls (rangsang) dari badan sel dan meneruskannya ke otot atau sel saraf yang lain.


Gambar 1 : Bagian Saraf
4. Macam saraf (neuron)
    Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi :
a. Sensoris (Indera), berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) dari indera (reseptor) ke pusat saraf (otak).
b. Motoris (Penggerak), berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) dari pusat saraf (otak) ke efektor ( otot atau kelenjar ).
c. Konektoris (Penghubung), berfungsi menghubungkan impuls (rangsang) dari saraf sensoris ke saraf motoris di otak dan sumsum tulang belakang.
5. Sinapsis : Pertemuan antara ujung akson (neurit) dengan dendrit sehingga impuls (rangsang) dari akson ke dendrit. Pada ujung akson yang berbentuk benjolan berisi zat kimia yang disebut : NEUROTRANSMITTER. Neurotransmitter ini ada 2 macam, yaitu : Asetilkolin, berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) ujung akson (neurit) ke ujung dendrit dan Kolinesterase, berfungsi menetralisir asetilkolin setelah impuls (rangsang) sampai di dendrit.


Gambar 2 : Sinapsis

6. Susunan Saraf Manusia


 Gambar 3 : Susunan Saraf Manusia

 
Gambar 4 : Bagian Otak Manusia
     Keterangan :
    1.Otak besar (Serebrum), berfungsi untuk mengingat, berfikir, melihat, mendengar, membau, merasakan, dan sentuhan. Otak besar dibagi menjadi 4 lobus, yaitu :
        a. Lobus Frontalis, berfungsi berfikir dan berkomunikasi
        b. Lobus Oksipitalis, berfungsi pusat penglihatan
        c. Lobus Temporalis, berfungsi pusat pendengaran, penciuman dan pengecap
        d. Lobus Parietalis, berfungsi pengatur perubahan kulit dan otot

    2. Otak Tengah (Mesensefalon), berfungsi mengatur gerak reflex mata dan mengontrol pendengaran.
    3. Otak Kecil (Serebellum), berfungsi pusat keseimbangan dan gerak tubuh.
    4. Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata), berfungsi mengatur denyut jantung dan pernafasan.
    5. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis), berfungsi mengendalikan gerak refleks.

Sementara itu, saraf tepi meliputi 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal.

          


Gambar 5 : Tabel 12 Pasang Saraf Kranial



Gambar 5 : Bagan 31 Pasang Saraf Spinal

Selanjutnya saraf Tak sadar meliputi saraf Simpatis dan saraf Parasimpatis

Gambar 6 : Tabel Saraf Simpatis dan Saraf Parasimpatis
7. Macam Gerak :
    a. Gerak Biasa : impuls – reseptor – saraf sensoris – otak – saraf motoris – efektor
    b. Gerak Refleks : impuls – reseptor – saraf sensoris – konektor (Sumsum Tulang Belakang)  – saraf motoris – efektor.
8. Gangguan Sistem Saraf
     a. Meningitis : radang selaput otak akibat infeksi bakteri Neisseria meningitis dan virus.
     b. Hidrosefalus : radang selaput otak yang menyebabkan cairan terkumpul di otak sehingga kepala membesar.
    c. Neuritis : radang pada sel saraf yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, keracunan.
    d. Parkinson : gangguan gerak yang tidak terkendali akibat kekurangan hormon dopamine sehingga asetilkolin tidak dapat bekerja secara normal.
    e. Gegar Otak : gangguan pada otak akibat benturan keras pada kepala.
    f. Epilepsi : kelainan saraf yang tidak dapat menanggapi impuls (rangsang) akibat kelainan metabolisme, racun, keturunan.
   g. Alzheimer (pikun) : gangguan saraf yang ditandai berkurangnya kemampuan mengingat karena faktor usia.
   h. Afasia : kehilangan daya ingat karena kerusakan otak besar (serebrum) bagian tengah.
   i. Ataksia : gangguan sistem saraf akibat menyusutnya otak kecil (serebellum) yang ditandai kesulitan melafalkan kata – kata.

SOAL – SOAL  SISTEM SARAF  PADA  MANUSIA

1. Meliputi apa saja yang termasuk dalam sistem koordinasi pada manusia ?
2. Tuliskan 3 komponen saraf pada manusia beserta fungsinya masing – masing !
3. Tuliskan 3 bagian saraf pada manusia beserta fungsinya masing – masing !
4. Gambarkan bagian – bagian sel saraf (neuron) pada manusia !
5. Sebutkan 3 macam sel saraf pada manusia beserta fungsinya  masing – masing !
6. Apa yang dimaksud dengan sinapsis dan neurotransmitter ? Jelaskan !
7. Sebutkan macam neurotransmitter beserta fungsinya masing – masing !
8. Buatlah bagan susunan saraf pada manusia yang meliputi susunan saraf pusat dan sususnan saraf tepi  !
9.  Sebutkan nama - nama macam lobus (belahan) otak besar (serebrum) beserta fungsinya masing – masing !
10. Tuliskan fungsi – fungsi dari bagian saraf pusat berikut : otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebellum), sumsum lanjutan (medulla oblongata), sumsum tulang belakang (medulla spinalis) !
11. Tuliskan nama 12 pasang saraf Kranial yang merupakan bagian dari saraf tepi pada manusia !
12. Tuliskan pula nama 31 pasang saraf Spinal yang merupakan bagian dari saraf tepi pada manusia !
13. Berilah 5 contoh kerja saraf simpatis  pada organ tubuh manusia !
14. Berilah 5 contoh kerja saraf parasimpatis pada organ tubuh manusia !
15. Jelaskan perbedaan urutan impuls antara gerak biasa dengan gerak reflex !
16. Tuliskan nama mikroorganisme penyebab penyakit meningitis !
17. Jelaskan penyebab terjadinya penyakit hidrosefalus !
18. Jelaskan pula penyebab terjadinya penyakit Parkinson !
19. Apa nama penyakit saraf yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan mengingat karena faktor usia ?
20. Jelaskan tanda – tanda orang menderita penyakit ataksia !


@@@ GOOD  LUCK @@@